Rumah Beratap Rendah Bikin Otak Berpikir Sempit dan Terbatas


18437_photo

Rumah Beratap Rendah Bikin Otak Berpikir Sempit dan Terbatas – Mungkin Anda hanya mempertimbangkan faktor kenyamanan saja ketika memutuskan untuk memilih rumah dengan langit-langit tinggi. Suhu di dalam rumah lebih sejuk karena terpaan sinar matahari dapat dinetralisir oleh ruang yang lebih lapang. Namun, Dr Oshin Vartanian dari University of Toronto-Scarborough punya konklusi lain tentang hal ini. Dari hasil penelitian yang dia lakukan, dijelaskan bahwa ruangan dengan langit-langit yang tinggi membuat otak terstimulasi untuk lebih bereksplorasi dan di waktu yang sama pikirannya juga lebih bebas.

 

Seperti dikutip dari Daily Mail, Dr Oshin melakukan penelitian ini dengan menggunakan sejumlah relawan untuk menjadi partisipan dalam penelitiannya. Para partisipan itu ia minta untuk memandang 200 gambar ruangan. Separuh dari jumlah gambar itu adalah gambar ruangan dengan langit-langit yang tinggi. Partisipan lantas diminta menilai tingkat estetika dari masing-masing ruangan. Disaat yang bersamaan, para peneliti melakukan scan pada otak para partisipan itu.

Dari hasil scan, terkuaklah sebuah kesimpulan bahwa partisipan lebih tertarik pada ruangan dengan langit-langit tinggi ketimbang yang rendah. Aktivitas otak mereka lebih aktif pada saat mereka melihat langit-langit tinggi. Hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Psychlogy ini tidak jauh berbeda atau bahkan mendukung penelitian pada 2007.

Sementara itu, Journal of Consumer Research, menyebutkan bahwa tinggi atau rendahnya langit-langit rumah berpengaruh bagi cara orang berpikir. Pakar pemasaran Joan Meyers-Levy dan Rui Zhu telah melakukan penelitian dan mereka menyimpulkan bahwa langit-langit rumah yang tinggi membuat orang berpikir lebih bebas, kreatif dan melihat segala kemungkinan yang ada. Sedangkan langit-langit rumah yang pendek membuat orang cenderung berpikir sempit dan terbatas. (Foto: Istimewa)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s