Trik Menata Ruangan untuk Para Bujangan!


Nick Johnson / Carrier & Company Bachelor pad atau rumah para bujangan tidak hanya perlu memberikan tampilan maskulin. Berbagai keperluan dasar juga perlu disediakan
Bachelor pad atau rumah para bujangan tidak hanya perlu memberikan tampilan maskulin. Berbagai keperluan dasar juga perlu disediakan

KOMPAS.com – Singkirkan citra bachelor pad atau rumah para bujangan yang terkesan “semaunya”. Menurut para desainer, ada kalanya para bujangan atau “jomblo” ini bertambah dewasa dan membutuhkan lebih dari sekedar meja kopi.

Hidup terus berjalan dan selalu berubah. Maka, ketika kuliah para bujangan bisa semaunya sendiri dalam menggunakan perlengkapan rumah tangga, kini mereka butuh lebih banyak perlengkapan di rumahnya. Mereka juga perlu menyimal keperluan rumah tangga untuk kehidupan mereka sehari-hari. Simak berikut ini:

Desainer Mara Miller, seperti dikutip Elle Decor, mengatakan para bujangan tersebut membutuhkan tempat khusus untuk duduk dan makan. Miller, yang kini menjalani perusahaan di New York bersama suaminya mengatakan, bahwa sebuah meja makan, bahkan yang berukuran kecil sekali pun, membuat lebih mudah untuk menjamu orang lain. Dia juga menyarankan para bujangan punya meja kerja.

“Anda berhak memiliki ruang tempat bekerja sembari menikmati cahaya atau pemandangan indah di rumah,” kata Miller.

Selanjutnya, Oliver Furth dari Los Angeles menjelaskan bahwa lemari atau laci pakaian adalah investasi yang baik bagi bara bujangan.

“Ketika Anda berada di rumah berukuran lebih kecil, laci ini bisa menjadi titik fokal di ruang tamu Anda. Lalu, ketika Anda pindah ke rumah lebih besar, laci tersebut bisa menjadi lemari pakaian di kamar tidur Anda,” ujar Furth.

Furth hanya mengingatkan agar Anda memilih lemari berkualitas baik. Selain laci, dia juga mengingatkan agar para bujangan membeli seprai, terutama seprai berwarna putih.

Sementara itu, menurut Jessica Geller, pria lebih cenderung praktis dalam memilih furnitur.

“Jadi, akan sulit meyakinkan mereka membeli sesuatu yang tidak benar-benar mereka butuhkan. Namun, ketika ada pria yang mengambil risiko tersebut, seperti pelanggkan kami yang kami yakinkan untuk mencoba wallpaper hitam Shagreen, akhirnya wallpaper tersebut menjadi kesukaannya,” ujar partner Geller, Virginia Toledo.

Menurut Toledo, memilih furnitur yang tepat pun membuat para bujangan ini beruntung dalam percintaan. Para desainer itu juga sepakat, para bujangan membutuhkan perpustakaan, kamar mandi dengan beragam fitur canggihnya, berbagai pilihan pencahayaan dalam ruangan.

Nah, bagaimana menurut Anda?

Sumber: http://www.elledecor.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s